NEWS SUMENEP, DIMADURA – Corporate Secretary (CS) PT Garam, Indra Kurniawan, belum memberikan penjelasan langsung terkait sikap perusahaan dalam persoalan banjir yang terjadi di jalan poros Sumenep – Pamekasan.
Saat dihubungi melalui saluran telepon WhatsApp, Sabtu (24/5), Indra menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyiapkan rilis resmi.
“Saya sdg siapkan rilis jawaban ke medianya. Saya lagi LN, khawatir sinyal kurang baik,†katanya singkat.
Saat dihubungi kembali, Indra tetap pada komitmen awalnya dan menyebut PT Garam akan mengirimkan pernyataan resmi dalam bentuk holding statement. “Ya, kami kirimkan,†ujarnya singkat.
Sebelumnya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengeluarkan pernyataan tegas kepada PT Garam yang dinilai belum menunjukkan sikap proaktif dalam mendukung upaya penanganan banjir di jalur utama Sumenep – Pamekasan. Ia menyayangkan sikap perusahaan pelat merah itu yang dinilai terlalu kaku terkait penggunaan lahannya.
Menurut Bupati Fauzi, PT Garam seharusnya bisa lebih fleksibel, terlebih ketika situasi menyangkut keselamatan masyarakat luas.
Baginya, lahan yang dimiliki BUMN tersebut tidak sepatutnya dipertahankan secara kaku, apalagi jika bisa dimanfaatkan untuk mencegah bencana.
"PT Garam itu harus sadar diri. Kalau menyangkut keselamatan masyarakat, jangan terlalu kaku. Lahan itu bukan untuk disimpan seperti benda pusaka. Harusnya bisa digunakan lebih bijak untuk mencegah banjir," tegas Bupati Fauzi, Kamis (22/5).
Pernyataan itu muncul setelah peristiwa banjir besar yang merendam kawasan jalan poros dan membuat aktivitas warga terhambat parah. Genangan air bahkan sempat mencapai lutut orang dewasa, menimbulkan kelumpuhan transportasi dan gangguan ekonomi warga.
"Masalah banjir itu tidak bisa diselesaikan hanya dari hulu. Hilirnya juga harus dibenahi, termasuk di wilayah yang kebetulan dikelola oleh PT Garam. Jangan sampai mereka merasa tidak punya tanggung jawab hanya karena status lahan," katanya.

