NEWS DIMADURA, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, memastikan pelaksanaan imunisasi massal campak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan kepulauan.

Upaya ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi anak-anak dari ancaman penyakit menular tersebut tanpa adanya perbedaan layanan antara daratan dan kepulauan.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyatakan bahwa kesetaraan layanan kesehatan adalah kewajiban pemerintah.

“Insya Allah, layanan di kepulauan tidak berbeda dengan di daratan. Kami terus berupaya agar seluruh anak usia 9 bulan hingga 7 tahun bisa mendapatkan imunisasi yang sama,” ujarnya, Senin (25/08/25).

Imam menambahkan, anak-anak di kepulauan berhak memperoleh perlindungan kesehatan setara dengan anak-anak di wilayah daratan.

Untuk menjamin hal itu, pemerintah memanfaatkan berbagai instrumen, termasuk teknologi digital, agar pelaksanaan imunisasi dapat terpantau secara menyeluruh.

“Pemantauan dilakukan langsung melalui Dinas Kesehatan maupun puskesmas di lapangan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, menjelaskan bahwa kegiatan ORI dilaksanakan secara serentak di 26 puskesmas.

Pada tahap awal, imunisasi difokuskan kepada anak usia 0 hingga 5 tahun, sebelum kemudian diperluas ke kelompok anak sekolah.

“Semua puskesmas, baik di daratan maupun kepulauan, bergerak secara bersamaan,” ucap Ellya.

Ia menambahkan, pemanfaatan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang terhubung secara nasional memungkinkan capaian vaksinasi dipantau lebih akurat.

Melalui sistem tersebut, laporan dugaan kasus campak maupun perkembangan imunisasi dapat dilihat secara real time.

“Kita menggunakan aplikasi SKDR untuk memantau kegiatan, baik kasus suspek campak maupun capaian imunisasi. Seluruh datanya terintegrasi secara nasional,” tutur Ellya.***