NEWS SUMENEP,DIMADURA – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sami’oeddin, menyoroti tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di wilayahnya yang kini menempati peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur.
Ia mengungkapkan bahwa komisi IV DPRD Sumenep telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah puskesmas selama dua hari berturut-turut.
Dari hasil kunjungan tersebut, ia mengaku DPRD menemukan bahwa hampir seluruh puskesmas di tingkat kecamatan mencatat angka kasus TBC yang tinggi.
“Kami turun langsung ke puskesmas-puskesmas di Sumenep dan ternyata benar, di setiap kecamatan angka penderita TBC memang tinggi,†kata Sami’oeddin, Kamis, (18/12/25).
Politisi PKB tersebut menjelaskan, salah satu persoalan utama dalam penanganan TBC adalah masih kuatnya stigma di tengah masyarakat.
Penyakit TBC kerap dianggap sebagai penyakit aib yang memalukan dan menakutkan karena dinilai mudah menular.
“Di masyarakat, TBC ini dianggap penyakit yang mengasingkan. Bahkan ada anggapan peralatan makan penderita bisa menularkan virus. Persepsi seperti ini yang justru menghambat penanganan,†ujarnya.
Padahal, menurut Sami’oeddin, TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan selama pasien memiliki kemauan untuk menjalani pengobatan secara rutin dan tuntas. Oleh karena itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat.
Ia menambahkan, Komisi IV DPRD Sumenep berencana memanggil Dinas Kesehatan (dinkes) setempat untuk membahas langkah konkret penurunan kasus TBC.
"Kami akan panggil dinas terkait setelah selesai melakukan kunjungan inspeksi di puskesmas-puskesmas. Selain TBC, kami juga akan membahas persoalan penyakit menular lainnya,"pungkasnya.***

