NEWS SUMENEP, DIMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, mulai mengintensifkan pengendalian harga bahan pokok menjelang Idul Fitri melalui Pasar Murah Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota Mobile (EPIK).
Sejak dibuka pukul 08.00 WIB, kegiatan tersebut langsung dipadati warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumenep.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah sekitar 20 – 25 persen dibandingkan harga pasar, sehingga menarik minat masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Beragam kebutuhan pokok disediakan, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayuran. Selisih harga yang cukup signifikan menjadi daya tarik utama pasar murah ini.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan pasar murah digelar sebagai langkah konkret pengendalian inflasi menghadapi momentum hari besar keagamaan.
“Pasar murah ini dilaksanakan untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TPID Kabupaten Sumenep berkolaborasi melalui kegiatan EPIK untuk membantu mengendalikan inflasi di Sumenep,†tutur Dadang.
Ia mencontohkan, harga telur ayam di pasar murah dijual Rp 29.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berkisar Rp 32.000 – Rp 33.000 per kilogram.
"Secara umum, selisih harga berada di kisaran 20 – 25 persen," terang dia.
Adapun rincian harga komoditas yang ditawarkan antara lain minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, beras premium Rp14.000 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, telur ayam Rp29.000 per kilogram, dan daging ayam Rp41.000 per kilogram.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah menggandeng EPIK Provinsi Jawa Timur dan Perum Bulog, khususnya dalam penyediaan beras SPHP dan minyak goreng.
Dalam kegiatan tersebut disiapkan sekitar 3 ton beras dan 600 kemasan minyak goreng ukuran 2 liter.
Ke depan, lanjut Dadang, TPID Sumenep berencana menggelar pasar murah serupa secara mandiri sebagai strategi berkelanjutan menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat di tengah lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Meski stok dinyatakan aman dan distribusi relatif lancar, pemerintah mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan.
"Kami nilai langkah ini penting guna mencegah aksi borong yang dapat memicu kelangkaan dan gejolak harga di pasaran," pungkasnya. ***

