
NEWS
SUMENEP,
DIMADURA – Sejumlah mitra yang bekerja sama dengan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Tabungan Negara (
BTN)
Sumenep menyuarakan kekecewaan atas dugaan penyesatan informasi terkait kenaikan
suku bunga acuan Bank Indonesia (
BI-Rate).
Pihak KCP
BTN Sumenep diduga menyampaikan informasi yang tidak akurat, dengan menyebutkan bahwa kenaikan
BI-Rate sebagai penyebab utama naiknya
suku bunga pinjaman yang semula 5,25 persen tiba-tiba naik menjadi 5,99 persen.
Nanda Wirya Laksana, salah satu mitra
BTN di
Sumenep, merasa dirugikan oleh pernyataan tersebut. "Awalnya kami menerima pemberitahuan bahwa kenaikan
BI-Rate adalah penyebab utama
suku bunga pinjaman kami meningkat. Namun setelah kami melakukan pengecekan, ternyata
BI-Rate tidak ada kenaikan, tetap di angka 5,25 persen," ungkap Wirya kepada media, Jumat (30/8/2024).
Data resmi menunjukkan, bahwa tidak ada kenaikan signifikan pada
BI-Rate seperti yang diklaim oleh KCP
BTN Sumenep. Hal ini mendorong Wirya menuntut klarifikasi dari pihak bank dan mempertimbangkan langkah hukum jika tidak ada penjelasan yang memadai.
Pihak KCP
BTN Sumenep belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini, dengan alasan wewenang kebijakan berada di kantor pusat.
[caption id="attachment_6762" align="aligncenter" width="1280"]

AUDIENSI: Nanda Wirya Laksana saat menyampaikan 5 keluhan pelayanan buruk bank
BTN bersama rekan kerjanya, ditemui Kacab
BTN Sumenep, Ali (tengah), Jumat 30 Agustus 2024 (Foto: Mazdon/
dimadura)[/caption]
Kepala KCP
BTN Sumenep, Ali, hanya menyampaikan permintaan maaf kepada Wirya, menjelaskan bahwa kebijakan
suku bunga dan kuota kredit sepenuhnya berada di Kantor Cabang Bangkalan.
"Saya minta maaf, terutama kepada Mas Wirya. Kebijakan terkait bunga dan kuota ada di
BTN Bangkalan. Kami hanya mengikuti SOP yang ditetapkan oleh
BTN Bangkalan," ujar Ali saat menemui Wirya di kantornya, Jumat, 30 Agustus 2024.
Ali menambahkan bahwa perubahan
suku bunga sepenuhnya bergantung pada kebijakan pusat dan dapat berubah sewaktu-waktu. “Terkait perubahan
suku bunga, kami mengikuti aturan yang ada. Jadi, sifatnya bisa mendadak sesuai kebijakan pusat terhadap setiap pengajuan,†jelasnya.
Kasus ini telah menarik perhatian masyarakat dan
nasabah lainnya yang juga mulai mempertanyakan kejujuran dan integritas pihak bank dalam memberikan informasi terkait kebijakan keuangan.
Pakar Keuangan Lokal, Khairul Kalam, mengingatkan para
nasabah dan mitra untuk selalu melakukan pengecekan mandiri terhadap informasi terkait
suku bunga dan kebijakan keuangan lainnya agar tidak terjebak oleh informasi yang menyesatkan.
"Sebagai
nasabah, penting untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi seperti Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Khairul dalam keterangannya, Sabtu (6/9).
Kasus ini juga menyeret perhatian Ketua Kantor Cabang (Kacab)
BTN Bangkalan, Asep Hendrisman, hingga dirinya turun langsung ke KCP
BTN Sumenep untuk menyampaikan klarifikasinya, Selasa 3 September 2024.
[caption id="attachment_6765" align="aligncenter" width="1280"]

KONFIRMASI: Audiensi mitra
BTN Sumenep, Nanda Wirya Laksana (kanan) bersama rekan kerjanya dengan Kepala KCP
BTN Sumenep, Ali (atas, tiga dari kanan) dan Kacab Asep Hendrisman (atas, paling kanan) 3 September 2024 (Foto: Mazdon/
dimadura)[/caption]
"Terkait (dugaan, red) ketidakberesan kebijakan, setelah didiskusikan tadi dengan Pak Wirya juga, bahwa tidak ada skandal di sini, tidak ada maksud untuk mengelabui ataupun memberikan sesuatu yang tidak pada tempatnya kepada mitra kerja," kata Asep, seusai pertemuan tertutup dengan Nanda Wirya Laksana.
Dikejar lebih lanjut soal 5 persoalan yang dikeluhkan mitra setia
BTN di
Sumenep itu, Asep memotong pembicaraan dengan menyatakan bahwa masalah ini sudah selesai.
"Tidak ada skandal dalam hal pemberian kredit di bank
BTN, khususnya di bank
BTN Cabang Bangkalan dan KCP
Sumenep. Itu murni kesalahpahaman dan miskomunikasi," dalihnya lebih lanjut.
"Jadi intinya sudah selesai bahwa itu hanyalah miskomunikasi dan kesalahpahaman, kita sudah saling tabayun dan saling memaafkan, dan sebagai bahan introspeksi juga bagi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi ke depannya," pungkas Kacab
BTN Bangkalan.
[caption id="attachment_6764" align="aligncenter" width="1280"]

Kacab
BTN Bangkalan, Asep Hendrisman, saat menyatakan minta maaf ke mitra setia
BTN Sumenep, Nanda Wirya Laksana di ruang rapat KCP
BTN Sumenep, Selasa 3 Setember 2024 (Foto: Mazdon/
dimadura)[/caption]
Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi lembaga keuangan lain agar menjaga transparansi dan kepercayaan kepada
nasabah.***