NEWS DIMADURA, SUMENEP – Asisten kuasa hukum LL, Muhammad Sutrisno, mengungkapkan fakta baru terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Fakta tersebut mencakup detail kejadian serta dugaan tekanan yang diterima korban setelah melaporkan kasus ini.
LL, seorang mahasiswi baru di UNIBA Madura, mengaku mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban dugaan pelecehan oleh YP, seorang senior di kampus tersebut. Peristiwa ini dilaporkan ke Polres Sumenep pada akhir 2024, dengan kejadian awal terjadi pada Agustus di tahun yang sama.
Menurut Sutrisno, dugaan pelecehan bermula ketika YP terus memaksa LL untuk datang ke kosannya dengan berbagai alasan. "Pelaku ini malah terus memaksa korban agar datang ke kosannya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/1).
Awalnya, YP berdalih ingin ngopi bersama atau meminta LL untuk mengerokinya. Namun, suasana berubah saat YP diduga melakukan tindakan yang tidak pantas.
"Pada malam kejadian, YP bersandar di bahu LL, membuat korban kaget. Ketika korban mencoba pergi, pagar kosan terkunci, dan saat itu YP mencium kening LL dengan dalih reflek," jelas Sutrisno.
Setelah kejadian tersebut, YP dikatakan terus mengirim pesan kepada LL, bahkan bertanya apakah korban trauma dengan tindakannya. "YP terus mengajak LL ngopi bareng usai peristiwa itu," tambahnya.
Fakta Baru Soal Dugaan Kasus Pelecehan Mahasiswi UNIBA Madura
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SUMENEP – Asisten kuasa hukum LL, Muhammad Sutrisno, mengungkapkan fakta baru terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Fakta tersebut mencakup detail kejadian serta dugaan tekanan yang diterima korban setelah melaporkan kasus ini.
LL, seorang mahasiswi baru di UNIBA Madura, mengaku mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban dugaan pelecehan oleh YP, seorang senior di kampus tersebut. Peristiwa ini dilaporkan ke Polres Sumenep pada akhir 2024, dengan kejadian awal terjadi pada Agustus di tahun yang sama.
Menurut Sutrisno, dugaan pelecehan bermula ketika YP terus memaksa LL untuk datang ke kosannya dengan berbagai alasan. "Pelaku ini malah terus memaksa korban agar datang ke kosannya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/1).
Awalnya, YP berdalih ingin ngopi bersama atau meminta LL untuk mengerokinya. Namun, suasana berubah saat YP diduga melakukan tindakan yang tidak pantas.
"Pada malam kejadian, YP bersandar di bahu LL, membuat korban kaget. Ketika korban mencoba pergi, pagar kosan terkunci, dan saat itu YP mencium kening LL dengan dalih reflek," jelas Sutrisno.
Setelah kejadian tersebut, YP dikatakan terus mengirim pesan kepada LL, bahkan bertanya apakah korban trauma dengan tindakannya. "YP terus mengajak LL ngopi bareng usai peristiwa itu," tambahnya.

