TARÈKA, DIMADURA  – 5 Doa Ziarah Kubur sesuai sunnah Rasulullah ini bisa Anda baca menggunakan versi bahasa Indonesia, Madura, maupun bahasa daerah lainnya.

Mengapa Anda bisa membacanya dalam versi bahasa Indonesia atau bahasa daerah lainnya? Jawabannya tentu karena Allah pasti lebih paham niat hati seorang peziarah.

Jika tujuan kita berziarah adalah untuk memperoleh karomah, kesaktian, ilmu laduni atau hal duniawi lainnya, maka segeralah belok kanan menghadap niat yang benar.

1. Niat Ziarah Kubur

Niat yang benar sesuai sunnah tidak boleh lain hanya untuk mengingat bahwa setiap yang hidup pasti akan mati. Sebagaimana pesan ayat 57 QS. 'Al-Ankabut [29]:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan."

Dalam Bahasa Madura, ayat tersebut dapat diartikan bahwa: "Sakabbhinna (mahlok) sè anyabâ pasthè tao rassana matè, bân karè-karè coma ḍâ' Sèngko' bâ'na kabbhi bhâkal èpabâli".

Demikian, dengan mengingat mati saat berziarah, kita akan terdorong untuk senantiasa berdzikir demi mendekatkan diri kepadaNya serta mempergunakan waktu dalam bentang usia ini dengan sebaik-baiknya.

2. Adab Ziarah Kubur

Selanjutnya, selain mengingat mati, adab bagi Muslim yang berziarah juga dianjurkan untuk mendoakan orang yang telah meninggal sebelumnya agar Allah SWT mengampuni dosa-dosanya.

O ya, sebelum mendoakan orang yang ada dalam kubur, kita dianjurkan untuk memanggil salam kepada penduduk dalam kubur.