Universitas Annuqayah juga sedang mengkaji peluang pembukaan lokasi KKN Internasional di Mesir sebagai bagian dari pengembangan program internasional pada masa mendatang.
Menurut Dr. KH. Moh. Husnan Nafi’, KKN Internasional tidak hanya menjadi program akademik, tetapi juga merupakan bentuk pelestarian tradisi keilmuan yang diwariskan para muassis Annuqayah. Ia mengingatkan bahwa sejak 1887 telah tumbuh tradisi rihlah ilmiah menuju Makkah sebagai bagian dari perjalanan menuntut ilmu.
"Semoga langkah ini beriringan dengan ridha Allah SWT. Semoga berangkat bungkol mole bungkol," harapnya.
Salah satu Masyaikh Annuqayah, KH. Moh. Syafi'e Anshari, berpesan agar seluruh peserta menjaga kekompakan, membangun kerja sama yang baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat dan lembaga mitra terhadap Universitas Annuqayah.
"Harus ada kerja sama yang baik agar terjalin kompak. Usahakan pihak-pihak lain benar-benar lebih percaya pada KKN karena bagaimana pun kita sangat perlu dan sangat memerlukan diterima lembaga pendidikan maupun kemasyarakatan," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pengalaman selama menjalani KKN dijadikan bekal untuk pengembangan diri pada masa mendatang.
"Usahakan apa yang kalian dapatkan di lapangan sebagai pelajaran di masa yang akan datang," imbuhnya.
KH. Moh. Syafi'e Anshari berharap seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan, serta mampu menjalankan pengabdian dengan penuh keikhlasan.
"Semoga sukses, selamat, sehat wal afiat dan bisa berkumpul dengan keluarga lagi. Semoga yang kita lakukan ini lebih banyak mengandung ibadah. Ini menjadi pijakan untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan," tuturnya.
Dalam pelaksanaan KKN Internasional 2026 di Arab Saudi, Dr. Rasidi Bahri ditunjuk sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) wilayah Makkah, sedangkan Muktirrahman mendampingi peserta di Jeddah. Abd. Aziz turut bertugas sebagai panitia pelaksana.

