Oleh: Tadjul Arifien R *)
Kitab Kakawin Sutasoma merupakan benih peradaban dan kunci keberadaan bangsa Indonesia. Sastra yang melukiskan tentang cerita perjuangan, pengorbanan, kasih sayang, welas asih dan gambaran keindahan akulturasi agama dalam kisah Pangeran Sutasoma menghadapi Raja Purusadha yang membawa maha pralaya.
Pangeran Sutasoma adalah jelmaan Sang Buddha melawan Raja Purusadha jelmaan Siwa yang merupakan Kalakni Ludra. Kalakni Ludra adalah Raja Sakti yang hendak mengorbankan seratus Raja untuk Bathara Kala, namun nahas ketika berhadapan dengan Pangeran Sutasoma, jelmaan Sang Buddha yang memiliki senjata ampuh, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
Sekejap saja amukan Sang Kalakni Ludra lebur oleh Cinta dan Kewelas-asihan. Lalu saat sang Kalakni Ludra kembali pada wujud semula, Purusadha—Sang Pangeran menyuruh sang Raja pemakan manusia itu untuk memakan dirinya.
Namun apa yang terjadi?
Setelah memakan Sang Pangeran, Raja Purusadha terselimuti kedamaian energi kewelas-asihan Sang Buddha, lenyap dan meleburlah keduanya menjadi satu keutuhan, manunggal:
" Tidaklah mungkin kekuatan Siwa menghancurkan Buddha, karena pada hakikatnya keduanya sama, bahwa wujud Buddha dan Siwa berbeda, namun bagaimana bisa mengenal perbedaan dalam selintas pandang. Mereka memang berbeda- beda namun hakikatnya sama: Bhinneka Tunggal Ika tan hana dharma Mangrwa, berbeda tapi adalah satu jua, karena tiada kebenaran yang mendua.
"
Ringkasan Sastra di atas merupakan gambaran kisah toleransi dan gotong royong yang mampu membawa kekuatan. Dengan kewelas-asihan, pengorbanan, dan toleransi, kesempurnaan akan melingkupi perjalanan setiap jiwa menuju Sangkan Paraning Dumadi, kemanunggalan dalam segala aspek; bukti kehebatan Mpu Tantular, salah satu cendekiawan Nusantara dalam merekam jejak peradaban leluhur bangsa kita, dalam karyanya: Kakawin Sutasoma.
Warisan Majapahit dan Sriwijaya
Pada 1945, kemenangan Sekutu pada perang dunia ke II - menumbangkan kekuasan Jepang atas Asia Pasifik. Tiga bulan sebelum Bom Atom memporak- porandakan Hiroshima dan Nagasaki, Panitia perumus kemerdekaan atau BPUPKI terbentuk.

