Sementara Si Sultan Wacana, yang kemarin sering tampil di podium dengan senyum ceria dan kadang berteriak lantang di tengah para demonstran, kini harus belajar menerima bahwa politik bukan sekadar tentang strategi, tapi juga keberuntungan.
Jika timses salah niat, mereka bisa menjadi beban di kemudian hari. Dan saat menjadi beban, setiap kebijakan berpotensi menjadi tidak objektif lagi.
Sebab, jika pemerintahan tidak membaik, mungkin bukan salah pemimpinnya semata, melainkan salah pikir kolektif: menganggap politik sebagai model bisnis dengan jualan citra, lalu menagih hasil sebanyak-banyaknya.
Maka, jalan-jalan sehat ini bukan sekadar perayaan kemenangan, tapi juga parade lelah—
karena dalam politik, terkadang yang paling letih bukan yang berjalan jauh, tapi yang harus terus tersenyum di depan panggung bahkan—ketika mereka sendiri mulai ragu kepada kemenangan yang mereka rayakan.
Akhir kata, mengutip ending kolom-kolom NK Gapura—Salam awam saja.
Totosan, 24 Februari 2025

