Ia juga menyebut bahwa Kabupaten Sumenep kini mulai mengekspor sabut kelapa sebagai media tanam hidroponik yang banyak diminati di luar negeri. Menurutnya, dengan dukungan teknologi dan kreativitas, sektor pertanian Sumenep bisa semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat. [caption id="attachment_11236" align="aligncenter" width="680"]KOMPAK: Pose Bersama Anggota SMSI Sumenep Usai Membagikan Takjil di Depan Rumah Makan Ayam Brewok (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura) KOMPAK: Pose Bersama Anggota SMSI Sumenep Usai Membagikan Takjil di Depan Rumah Makan Ayam Brewok (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura)[/caption]

Sementara itu, Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi, menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi terkait ketahanan pangan dan inovasi pertanian.

"Kami di SMSI akan terus mengawal dan mempublikasikan program-program yang berdampak bagi masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah dan petani, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk media," ucapnya.

Perayaan HUT ke-8 SMSI ini pun berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dengan semangat kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan Sumenep dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.***