“Selain menahan haus dan lapar, di bulan suci Ramadan ini, kita coba berupaya menumbuhkan empati dan mempererat silaturahmi,†ujarnya.
"Seperti filosofi nama komunitas ini, Rampa’ Naong, bahasa Madura yang berarti rindang dan sejuk. Maka seperti pohon yang menaungi, kebersamaan dalam berbagi ini semoga memberi keteduhan bagi sesama," imbuh Rudi menutup keterangan.
Komunitas Rampa’ Naong berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan ini di tahun-tahun mendatang. Mereka berharap tradisi berbagi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menebarkan kebaikan.***

