NEWS DIMADURA, SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Penyusunan Infografis Pilkada Serentak 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur. Rakor berlangsung selama 3 hari di Pusat Kajian Sumber Daya Manusia (PKSDM), yang berlokasi di Jalan Kawi nomor 41, Klojen, Kota Malang, sejak tanggal 16 hingga 18 Maret 2025.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Rakor Finalisasi Penyusunan Infografis Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.
Rakor ini sekaligus menjadi lanjutan dari Bimbingan Teknis (Bimtek) sebelumnya yang berfokus pada storytelling dan infografis dalam pelaporan tahapan Pilkada 2024.
Peserta rakor terdiri atas komisioner KPU kabupaten/kota, Kepala Subbagian (Kasubbag), serta operator Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) dari Divisi Perencanaan Data dan Informasi se-Jawa Timur.
[caption id="attachment_11565" align="aligncenter" width="700"]
Pose Bersama Peserta Rakor Finalisasi Penyusunan Infografis di gedung PKSDM Kota Malang (Sumber Foto: IG @KPU Jatim)[/caption]
Setiap KPU kabupaten/kota telah menyusun storytelling sepanjang 20 halaman, yang nantinya akan digabungkan menjadi satu dokumen lengkap bersama laporan dari tingkat provinsi.
Total ada 760 halaman dari kabupaten/kota serta 50 halaman dari provinsi, proses penyempurnaan dilakukan untuk menentukan bagian yang relevan dan informatif bagi publik.
Dalam pembukaan acara, Kepala Bagian Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Provinsi Jawa Timur, Nurita, menyampaikan laporan awal.
Ia menekankan bahwa rakor ini dirancang untuk menyusun laporan berbasis infografis yang menggambarkan setiap tahap dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 melalui pendekatan story telling.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Jatim, Insan Qoriawan, menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari Bimtek storytelling dan infografis yang digelar sebelumnya.
Untuk storytelling, kata dia, seluruh KPU di kabupaten/ kota di Jatim telah selesai menyusunnya, meskipun belum dicetak. Dimana setiap kabupaten/ kota menyusun storytelling masing-masing 20 halaman.

