"Berarti nanti 38 x 20 halaman ada 760 halaman, ditambah provinsi 50 halaman. Jadi nanti mana yang perlu kita pasang, mana yang perlu ditambahkan,"' kata Insan.
Sementata itu, komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Divisi SDM, Wisnu Wardhana, menegaskan bahwa laporan berbasis infografis ini bukan hanya sebagai bahan kajian internal, tetapi juga sebagai sarana penyebarluasan informasi bagi masyarakat.
"Dengan pendekatan storytelling, laporan ini diharapkan dapat menggambarkan seluruh tahapan Pilkada 2024 secara lebih jelas, mulai dari perencanaan, badan adhoc, pemutakhiran data pemilih, hingga proses pencalonan," tegasnya.
Perwakilan KPU Sumenep, dari Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sumenep, Malik Mustafa, menyambut baik inisiatif ini dan menilai bahwa penyajian laporan dalam format infografis akan mempermudah masyarakat dalam memahami proses Pilkada 2024.
Ia menegaskan bahwa KPU Sumenep berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan keakuratan sistem data pemilih, sehingga masyarakat dapat lebih percaya terhadap proses demokrasi yang berjalan.
"Melalui partisipasi dalam rakor ini, KPU Sumenep menegaskan perannya dalam memperkuat sistem informasi pemilu yang lebih akuntabel," kata
Dokumentasi yang baik tidak hanya memastikan kelancaran tahapan Pilkada, tetapi juga menjadi wujud keterbukaan kepada publik.
"Dengan laporan yang mudah diakses dan dipahami, masyarakat diharapkan lebih aktif dalam mengawal jalannya demokrasi di Kabupaten Sumenep," pungkasnya penuh harap.
Hadir dalam Rakor ini, sejumlah pejabat KPU Provinsi Jawa Timur lainnya, termasuk Habib Rohan, Chairul Umam, Nursalam, Insan Qoriawan, serta Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur, Nanik Karsini. ***

