Untuk memastikan dampak jangka panjang, mahasiswa UIM juga membentuk Business Clinic, sebuah ruang konsultasi yang menyediakan layanan revisi desain label, pembuatan konten promosi, hingga pendampingan teknis mendaftarkan produk ke platform digital seperti Tokopedia dan Shopee.

Kepala Desa Bandungan, Rochmadini, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya para mahasiswa. Menurutnya, program ini membawa dampak langsung yang dirasakan warga.

“Kami sangat terbantu. Begini menurutku lebih dari sekadar program KKN. Ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” singkat Rochmadini.

Program KKN UIM di Desa Bandungan akan berlangsung hingga akhir Juli 2025.

Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis desa yang bisa direplikasi di daerah lain di Madura maupun Indonesia.***