Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan lampu LED, bahan baku lampu bohlam, serta kebutuhan pemeliharaan PJU.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nurwahyudi, menyatakan bahwa tidak ada lampu PJU yang mengalami gangguan. Menurutnya, yang padam adalah lampu taman yang berjajar di sepanjang jalan.

“Kalau lampu taman, kami akui memang sudah lama mati. Tapi kalau lampu PJU di sana tidak ada masalah,” terangnya.

Ia mengakui masih banyak lampu penerangan yang membutuhkan perbaikan. Namun, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan. “Hanya ada 12 personel dan itu dibagi empat tim,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Ia juga meminta masyarakat bersabar karena laporan kerusakan lampu yang masuk melalui layanan Call Center 112 cukup banyak.

“Yang melapor melalui call center 112 memang banyak, dan pasti kami perbaiki secara bertahap,” tandas Yayak Nurwahyudi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian terkait target waktu perbaikan lampu taman di kawasan ikon pintu masuk Kota Sumenep tersebut. ***