“Kemajuan Kabupaten Sumenep membutuhkan partisipasi seluruh pihak, karena pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen lainnya,” kata Fauzi.
Ia berharap, semangat persatuan dan gotong royong yang tumbuh dalam peringatan hari jadi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung terwujudnya Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera.
Di sisi lain, peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep juga menjadi momentum bagi masyarakat kepulauan untuk menyuarakan sejumlah harapan termasuk mengenai pemerataan pembangunan.
Arif, salah seorang warga Sumenep dari wilayah kepulauan Sapeken, menilai peringatan hari jadi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurut dia, momentum tersebut perlu diikuti langkah nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan tidak terjadi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Harapan sebesar-besarnya, Pemkab Sumenep harus memastikan tidak adanya disparitas antara kepulauan dan daratan,” ujar Arif.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, di antaranya pembangunan infrastruktur, akses pendidikan, dan ketersediaan listrik selama 24 jam di wilayah kepulauan.
Arif berharap berbagai persoalan tersebut tidak hanya menjadi bahan pembicaraan dalam momentum politik, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program pembangunan yang terukur.
Menurut dia, masyarakat kepulauan membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan dasar mereka menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.

