Melalui program tersebut, pemerintah mendorong penyelenggaraan kegiatan yang mampu melibatkan berbagai pihak, mulai dari seniman, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga pelaku industri pariwisata.
“Festival seperti ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong keterlibatan UMKM dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Eni menambahkan, pengembangan acara berbasis budaya menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia di tengah persaingan pariwisata global.
"Kami mengaitkan penyelenggaraan festival dengan upaya mendukung target kunjungan 17,6 juta wisatawan mancanegara," pesannya.
Acara Pembukaan Festival Musik Tong-Tong 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh dari tingkat nasional maupun daerah.
Di antaranya Eni Komiarti, anggota DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, perwakilan Kerajaan Bali, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara, sesepuh Keraton Sumenep, kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jawa Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Sumenep, serta takmir Masjid Jamik Sumenep. ***

