Lamanya pemadaman yang menelan waktu hingga 16 jam menurutnya karena kendala jalan dan proses isi ulang air ke tangki.
"Kendalanya itu masalah air, jaraknya cukup jauh, ngambilnya di kantor Damkar itu. Kemudian akses jalannya itu satu pintu cuma. Jadi kalau ada mobil yang masuk duluan, jadi mobil damkar kesulitan untuk masuk ke lokasi," akunya.
Selain itu, sambung dia, barang yang terbakar berupa tumpukan kayu kering yang masih aktif. "Jadi prosesnya ya agak lama, sampai habiskan ribuan ton kayu," pungkasnya.
Hingga berita ini tayang, penyebab kebakaran gudang kayu unik milik Abdullah Bil Faqih, warga Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep itu belum bisa diketahui. Polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab munculnya percikan api pertama kali.

