NEWS PROFIL, DIMADURA – Di tengah dinamika dunia perbankan daerah, Bank Jatim Sumenep menorehkan babak baru dengan mengedepankan disiplin, pelayanan prima, dan kepercayaan publik. Ketegasan, integritas, dan dedikasi tinggi. Itulah kini prinsip yang dipegang teguh oleh seluruh tim di Bank Jatim Cabang Sumenep. Kondisi dunia perbankan daerah ini mengingatkan penulis pada kondisi saat sosok Artidjo Alkostar menjadi bagian dari penegak hukum Indonesia.
Perubahan ini tidak lahir hanya dari kepemimpinan satu individu, melainkan buah sinergi seluruh elemen tim yang telah mengukir budaya profesionalisme di tubuh Bank Jatim Sumenep.
Di masa awal transformasi, kepemimpinan Mohammad Arif Firdausi memainkan peran penting dalam menanamkan nilai disiplin dan kerja keras yang kemudian tumbuh dan berakar kuat dalam budaya kerja Bank Jatim Sumenep.
Salah satu bekas karyawan, Taufik – yang akrab dipanggil Opik – sempat mengungkapkan kepada penulis tentang kesan saat ia masih bekerja di bank ini.
“Saya pernah bekerja di sini dan merasakan langsung betapa pentingnya kedisiplinan. Dari pimpinan hingga staf, semua memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Itu yang membuat suasana di bank terasa sangat profesional dan hangat,†kesan Opik, saat ngopi dengan jurnalis media ini beberapa pekan lalu.
Komentar Opik di atas menggambarkan bahwa nilai-nilai dan prinsip itu lahir dari sistem yang dijalankan Bank Jatim Sumenep. Menurut dia, sistem tersebut meninggalkan kesan mendalam bahkan bagi mereka yang telah mengenyam masa kerja di institusi tersebut.
Terpisah, Pramu Bhakti BPD Jatim Cabang Sumenep, Mohammad Busadin, juga menyampaikan kesan yang ia rasakan selama menjadi bagian keluarga dari bank ini.
“Dengan sistem yang ada, kita di sini menjadi sadar untuk selalu berupaya menjaga standar tinggi dalam setiap aspek pelayanan. Disiplin waktu, kebersihan, dan keteraturan dalam setiap proses operasional, itu yang menurut saya jadi kunci sekaligus membantu kami meraih kepercayaan dari nasabah,†kata Sadin, sapaan akrab Mohammad Busadin, Rabu (19/2) malam.
Pernyataan Sadin ini seolah hendak menguatkan narasi bahwa keberhasilan Bank Jatim Sumenep adalah hasil kerja keras kolektif, di mana setiap pegawai memainkan peran vital dalam mewujudkan standar layanan yang transparan dan profesional.
Transformasi yang telah dicapai tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga menjadikan Bank Jatim Sumenep sebagai mitra utama dalam pengelolaan pendapatan daerah.

