BACA JUGA:

"Pada 2024, RBD dilaksanakan di semua provinsi di Indonesia dengan 92 bahasa daerah yang direvitalisasi," ungkap Nadim.

Nadiem menambahkan, program kedua adalah pendeteksian daya hidup atau vitalitas bahasa daerah dengan implementasi penginputan data dan penghitungan dialektometri secara daring.

"Pendeteksian dilakukan dengan mengukur daya hidup bahasa di suatu daerah secara cepat dan akurat, serta pemutakhiran peta bahasa," kata dia.

Pihaknya juga tengah melakukan upaya penyediaan guru bahasa daerah yang kompeten.

Upaya tersebut dilakukan sebagai wujud telaah atas urgensi regulasi terkait guru Bahasa Daerah dimana rencana memisahkan guru bahasa daerah dengan guru seni budaya menurutnya penting dilakukan.

"Serta untuk menyiapkan program studi atau konsentrasi pilihan di perguruan tinggi sebagai upaya penyiapan sumber daya guru yang kompeten berbahasa daerah," pungkasnya.***