Museum Cakraningrat adalah tempat penyimpanan benda-benda lama yang sekaligus menjadi wadah penting untuk memahami identitas dan perjalanan sejarah masyarakat Madura. Kini tinggal bagaimana museum ini mampu menjadikan sejarah sebagai magnet, bukan hanya kenangan.
8. Makam Aèrmata Èbhu
[caption id="attachment_12131" align="aligncenter" width="739"]
Makam Aèrmata Èbhu Bangkalan (Sumber Foto: Sewa Drone ID)[/caption]
Link: Foto dan Video di Makam Aèrmata Èbhu Bangkalan
Jejak Dinasti Tjakraningrat di Perbukitan ArosbayaMakam Aermata Ebhu terletak di perbukitan Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura. Situs seluas 8.000 m² ini berada pada ketinggian 19,35 meter dari permukaan laut dan menjadi kompleks pemakaman keluarga besar Tjakraningrat, dinasti penguasa Madura Barat pada abad ke-16 hingga ke-19. Tokoh penting yang dimakamkan di sini antara lain Panembahan Lemah Duwur, penguasa Islam pertama Madura yang berkuasa pada 1531 M, hingga Pangeran Tjakraningrat I yang ditunjuk Sultan Agung sebagai penguasa seluruh Madura pada 1631 M. Dinasti ini melahirkan figur penting dalam sejarah Madura, termasuk Tjakraningrat II hingga VII, serta wali negara Madura, P.A.A. Tjakraningrat. Kompleks makam terbagi dalam tiga halaman. Halaman pertama berisi makam abdi dalem dan masyarakat, serta terdapat gudang dan paseban. Halaman kedua menyimpan cungkup berisi makam cucu Adiningrat dan keturunannya, serta sebuah pendopo tamu. Di sisi barat terdapat gapura menuju sumber mata air di balik bukit. Halaman ketiga adalah pusat utama. Di sinilah dimakamkan para bangsawan Tjakraningrat, termasuk Panembahan Tjakraningrat V, VI, dan P.A.A. Tjakraningrat. Terdapat cungkup besar dengan hiasan gunungan dari batu putih serta cungkup terpisah berisi makam tokoh seperti R. Demang Meloyo. Yang paling sakral adalah cungkup makam Syarifah Ambami, permaisuri Pangeran Tjakraningrat I. Akses masuk ditandai gapura paduraksa bertulisan "AERMATA", yang menyambut peziarah dan wisatawan. Makam ini tak hanya menjadi situs ziarah, tapi juga monumen sejarah peralihan kekuasaan Madura dari Hindu ke Islam dan peran pentingnya dalam dinamika Jawa-Madura serta hubungan dengan Mataram dan VOC. Dengan warisan arsitektur, silsilah, dan sejarah panjangnya, Makam Aermata Ebhu menjadi penanda kejayaan Madura di masa silam.
9. Pemandian Somber Pocong
[caption id="attachment_12133" align="aligncenter" width="526"]
Pemandian Somber Pocong Bangkalan (Istimewa/Doc. Dimadura)[/caption]
Link: Kumpulan Foto dan Video di Somber Pocong Bangkalan
Desa Pocong Bangkalan: Dari Cerita Mistis ke Pemandian Alami yang MemikatNama “Desa Pocong†mungkin terdengar menyeramkan bagi sebagian orang. Namun, di balik nuansa mistisnya, desa yang terletak di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, ini menyimpan kisah sejarah yang unik serta keindahan alam yang menenangkan. Konon, nama Pocong berasal dari kejadian mistis yang pernah terjadi di masa lalu. Dulu, wilayah ini masih berupa hutan belantara yang jarang dihuni. Masyarakat yang pertama tinggal di sana dikabarkan sering diganggu penampakan pocong selama 40 hari berturut-turut. Kejadian itu begitu mencekam hingga akhirnya warga menamai wilayah itu sebagai Desa Pocong. Namun, ada versi lain yang tak kalah menarik. Menurut cerita yang beredar, dulunya terdapat sebuah pohon pucang (jenis palem) di mana dari bawah pohon itu keluar mata air alami. Mata air ini terus mengalir dan menjadi sumber kehidupan warga. Wilayah sekitarnya pun dikenal dengan nama "Desa Pucang", yang dalam pengucapan masyarakat Madura lama-kelamaan berubah menjadi "Pocong". Tak hanya soal nama, Desa Pocong juga diyakini sebagai salah satu desa tertua di Pulau Madura. Dalam sejarah lisan, desa ini berkaitan erat dengan sosok Ke’ Lessap, seorang tokoh pemberontak legendaris, dan ibunya, Nyai Pocong, yang merupakan salah satu selir Pangeran Cakraningrat IV. Kini, daya tarik utama Desa Pocong bukan lagi kisah mistisnya, melainkan keindahan Pemandian Sumber Pocong. Terletak di Dusun Karang Anyar, kolam alami ini menjadi tempat favorit warga untuk berenang dan bersantai.
Itulah 9 destinasi wisata pilihan di Bangkalan yang wajib masuk daftar kunjungan Anda. Setiap tempat memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, mulai dari keindahan alam, nilai sejarah, hingga kuliner khas yang menggoda selera. Jadi, tunggu apa lagi? Segera rencanakan perjalanan Anda ke Bangkalan dan temukan keindahan Madura dari sudut yang berbeda. ***

