REGIONAL, DIMADURA–Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memperkuat konsolidasi organisasi petani melalui pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan.
Langkah ini diharapkan memperluas pendampingan kepada petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan pemasaran produk pertanian lokal.
Penguatan organisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 yang diselenggarakan DPC HKTI Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja dan Alun-Alun Lumajang, Jumat (16/10/2026).
Selain pelantikan pengurus PAC, kegiatan itu diisi Sarasehan Kedaulatan Pangan dan Lumajang Food Security Expo 2026 yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Lumajang HM Jamaluddin mengatakan, penguatan kepengurusan hingga tingkat kecamatan merupakan upaya mendekatkan organisasi dengan kebutuhan petani.
Dengan struktur yang lebih kuat, HKTI diharapkan dapat menjadi penghubung antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Pelantikan pengurus PAC HKTI se-Kabupaten Lumajang hari ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan penegakan komitmen kita bersama untuk mengawal aspirasi petani di akar rumput,” kata Jamaluddin dalam sambutannya.
Ia menambahkan, HKTI ingin mengambil peran dalam mendampingi petani dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
Pendampingan tersebut juga diarahkan untuk mendorong inovasi pertanian agar potensi Lumajang sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur dapat terus berkembang.
Penguatan kelembagaan petani juga mendapat dukungan dari Ketua DPD HKTI Jawa Timur HM Arum Sabil.
Ia mengapresiasi langkah DPC HKTI Lumajang yang menggabungkan konsolidasi organisasi dengan forum diskusi dan promosi produk pertanian.
Menurut Arum, kepengurusan PAC yang baru dilantik perlu segera menerjemahkan mandat organisasi menjadi program yang menjawab persoalan petani di wilayah masing-masing.
“Kami berharap kepengurusan PAC yang baru dilantik segera tancap gas berkolaborasi dengan pemerintah setempat,” ujar Arum.
Ia menilai, kerja sama antara organisasi petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan untuk menjaga produktivitas pertanian serta keberlanjutan pasokan pangan.
Salah satu upaya untuk mengidentifikasi kebutuhan petani dilakukan melalui Sarasehan Kedaulatan Pangan.
Forum tersebut membahas sejumlah persoalan yang dihadapi sektor pertanian, antara lain ketersediaan pupuk, tantangan usaha tani, dan pemasaran hasil produksi.
Diskusi ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.
Persoalan sarana produksi dan akses pasar menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha tani dan pendapatan petani.
Di sisi lain, Lumajang Food Security Expo 2026 menjadi ruang promosi bagi produk unggulan pertanian dan pangan lokal.
Pameran yang berlangsung di Alun-Alun Lumajang tersebut menampilkan produk kelompok tani, inovasi teknologi pertanian, serta berbagai olahan pangan.
Melalui kegiatan ini, kelompok tani memiliki kesempatan memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran dan kerja sama dengan pelaku usaha.
Pengembangan produk olahan juga berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Dengan demikian, hasil produksi tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk penguatan kualitas produk, inovasi pengolahan, dan perluasan jaringan pemasaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.
Bupati Lumajang Indah Amperawati yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan pangan,” kata Indah.
Ia berharap sinergi antara Pemkab Lumajang dan HKTI dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.
Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 di Lumajang turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, anggota DPR RI Kawendra Lukistian, jajaran pengurus HKTI tingkat daerah dan pusat, serta unsur TNI, Polri, dan kejaksaan.
Sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lumajang juga hadir bersama perwakilan dunia usaha, termasuk PT HM Sampoerna Tbk dan Bank Jatim Cabang Lumajang.
Partisipasi tersebut mempertemukan berbagai unsur yang berpotensi mendukung pengembangan sektor pertanian, mulai dari pemerintah dan organisasi petani hingga dunia usaha.
Kegiatan itu juga melibatkan organisasi kepemudaan, Kadin, HIPMI, Gegkraf, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta penyuluh pertanian lapangan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DPC HKTI Lumajang berharap penguatan organisasi dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan petani dan pengembangan pasar produk lokal.
"Keberhasilan upaya ini pada akhirnya akan ditentukan oleh tindak lanjut program di lapangan, terutama sejauh mana pendampingan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani," pungkasnya. **

