Upaya pelestarian masjid ini harus melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga budaya, agar masjid ini tetap bertahan dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.
Keberadaannya yang masih kokoh hingga saat ini menjadi bukti bagaimana warisan Islam dan budaya lokal bisa berdampingan dalam harmoni.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Sumenep, mengunjungi Masjid Laju bisa menjadi pengalaman berharga untuk memahami lebih dalam sejarah Islam di Madura serta menyaksikan langsung salah satu masjid tertua yang masih bertahan di Nusantara.
Masjid Laju Sumenep adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perkembangan Islam di Madura. Dibangun sejak abad ke-17 oleh Pangeran Anggadipa, masjid ini memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di Sumenep.
Dengan arsitektur Jawa kuno yang masih terjaga, masjid ini tetap menjadi tempat ibadah yang berfungsi hingga kini.
Sebagai warisan sejarah yang berharga, Masjid Laju tidak hanya perlu dirawat dari segi fisik, tetapi juga harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami pentingnya menjaga peninggalan sejarah.
Dengan demikian, masjid ini akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang Islam di Madura, memberikan inspirasi bagi siapa pun yang ingin belajar dari sejarah. ***

