NEWS DIMADURA, SUMENEP – Achmad Zaini (28) tampak haru ketika menceritakan perjalanan pahit yang menimpanya. Lahir dan besar di Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, ia merasa dikhianati saat mendapati bahwa sang istri, Makkiyah (24), yang telah bersatu dengannya sejak 2019, tanpa sepengetahuannya, melanjutkan hidup dengan pria lain.

Rasa perih Zaini kian mendalam ketika kabar pernikahan baru istrinya terungkap di tengah masa pemulihan pasca operasi kelenjar getah bening yang sedang dijalaninya. Sementara itu, buah hati mereka, Yuni Sholeha Astuti, tengah mengalami demam di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Awal Kebersamaan yang Berubah Arah

Zaini dan Makkiyah awalnya mengukir kisah bahagia sejak pernikahan mereka pada 2019 di Dusun Ares Tengah, Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan. Namun, hidup membawa mereka ke Kota Tarakan pada 2020, di mana keluarga Zaini menjalankan usaha pembuatan bata merah.

Di kota tersebut, mereka membangun kehidupan baru dan pada 2021, kelahiran putri mereka semakin melengkapi kebahagiaan rumah tangga. Sayangnya, kedamaian itu mulai retak ketika desas-desus tentang hubungan terlarang yang melibatkan Makkiyah mulai mencuat.

"Saya berkali-kali menegur dan menasihati istri saya, berharap dia sadar demi anak kami," ungkap Zaini, Senin (17/2).

Rintangan yang Makin Kompleks

Memasuki tahun 2023, cobaan semakin menimpa Zaini. Meskipun telah beberapa kali mengetahui perselingkuhan, ia memilih untuk memaafkan demi menjaga keutuhan keluarga.

Saat pulang ke Sumenep pada Maret 2023 untuk bertemu keluarga, masalah baru muncul ketika pada Januari 2024, keluarga Makkiyah mendesak mereka kembali ke Sumenep dengan dalih keberangkatan umrah bagi kakek dan neneknya.

Kecurigaan pun menghampiri Zaini ketika putri mereka di Tarakan mulai demam dan terus menangis merindukan kehadiran orang tua. Bertekad untuk segera kembali ke Kalimantan Utara, Zaini dihadapkan dengan penolakan dari Makkiyah yang menyatakan bahwa urusan umrah belum selesai.

"Saya sempat bingung, di satu sisi anak saya sakit dan butuh orang tuanya, di sisi lain istri saya menolak kembali ke Tarakan," ujar Zaini.

Keputusan Zaini untuk berangkat sendiri ke Tarakan justru memicu konflik dengan keluarga Makkiyah. Ayah mertuanya, Abd. Halik, bersama kakeknya, H. Hasan, bahkan mengancam agar ia segera menceraikan sang istri.