"Kalau tidak menjatuhkan talak, saya diancam akan dipukul dan dipatahkan kakinya," katanya mengingat kejadian itu.
Pengkhianatan yang Tak Terduga
Sebelum berangkat ke Kalimantan Utara, Zaini memilih kembali ke rumah di Desa Soddara untuk menenangkan hati dan mencari jalan keluar bersama kerabat. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian itu, ia memutuskan untuk menitipkan sementara istrinya kepada keluarga dekat sambil menjemput putri mereka.
"Jadi saya bilang, menegaskan kepada mertua saya itu. Saya mohon pamit untuk jemput anak. Saya titip sementara istri di rumah ini," kata Zaini sebelum berangkat ke Kalimantan Utara.
Setelah kembali ke Desa Soddara, Zaini mengadakan musyawarah dengan sanak keluarga untuk mencari solusi atas permasalahan rumah tangga yang kian rumit.
Hasil musyawarah itu, ia menginstruksikan bibi dan sepupunya untuk mengantar sejumlah bantuan berupa uang, emas, ATM, dan handphone kepada Makkiyah. Bantuan tersebut dimaksudkan agar kebutuhan istrinya tetap terpenuhi selama ia berada di Kalimantan Utara dan agar komunikasi antara mereka tetap terjaga.
Namun, ketika bibi dan sepupu Zaini tiba di rumah Makkiyah di Desa Rajun, sambutan yang diterima ternyata tidak seperti yang diharapkan. Istri Zaini hanya muncul sebentar untuk menerima tamu tersebut.
"Istri saya hanya menggelar tikar dan mempersilakan masuk bibik dan sepupu saya. Di sana, mereka ditemui oleh ibu mertua tiri dan adik ipar. Sementara istri saya masuk ke dalam rumah dan tidak keluar lagi," tutur Zaini menirukan perkataan bibinya kala itu.
"Saat ditanyakan oleh bibik, ibu mertua jawab istri sedang keluar jenguk orang sakit, tetapi kata bibik dia nggak ada keluar dari rumah usai menggelar tikar tadi," imbuhnya.
Kecewa dengan hasil tersebut, para kerabat pun kembali ke Desa Soddara tanpa menyerahkan bantuan yang telah dipersiapkan. Bahkan, saat Zaini mencoba menghubungi adik ipar melalui telepon untuk menyampaikan maksudnya, panggilan itu tidak dijawab.
Zaini kembali mencoba bersabar. Ia pun menunda keputusannya berangkat ke Tarakan. Selama tiga hari, ia berharap istri akan menunjukkan itikad baik.

