"Simbol lilin tadi menyiratkan bahwa makna berbangsa dan bernegara harus disemai kembali, agar tiada lagi janji republik yang diingkari," pungkasnya.

Orasi Kebangsaan dan Tumpeng Persatuan

Acara semakin syahdu dengan orasi kebangsaan dari Zuhairi Misrawi, Duta Besar RI untuk Tunisia, serta Sastrawan D. Zawawi Imron. Keduanya memberikan refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga ruh konstitusi dan nilai-nilai Pancasila.

Sebelumnya, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Darul Hasyim Fath, yang diserahkan kepada KH Fauzan Malik dan Romo Cornelis sebagai simbol rasa syukur lintas iman. Tak lupa, santunan anak yatim diserahkan oleh Pembina YPSBK, Nur Faisal MH.

Prabowo dan Keppres Amnesti: Harapan yang Menyala

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, yang memberikan amnesti kepada 1.178 narapidana, termasuk Hasto Kristiyanto dan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Keputusan ini menjadi sorotan karena menyentuh banyak figur dari latar politik dan hukum yang beragam.

Bagi YPSBK Madura, keputusan ini bukan hanya soal hukum, tapi menyangkut keadilan dan janji negara terhadap rakyatnya. Dan malam tasyakuran ini menjadi ruang spiritual dan kebudayaan untuk merayakan secercah harapan itu.***