1. Chainur Rasyid – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
  2. Moh. Iksan – Kepala Dinas Pendidikan
  3. Agus Dwi Saputra – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
  4. Achmad Dzulkarnain – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
  5. Abd. Raman Riadi – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak
  6. Ferdiansyah Tetrajaya – Kepala Badan Pendapatan Daerah

Sementara dua kandidat lain, Arif Firmanto (Kepala Bappeda Sumenep) memilih mengundurkan diri, sedangkan Eri Susanto (Kepala Dinas PUPR) dinyatakan tidak lolos pada tahapan asesmen.

Dua Nama Kuat Tersingkir

Informasi yang diterima media ini dari sumber internal menyebutkan, sejak awal proses seleksi, Arif Firmanto dan Eri Susanto kerap disebut sebagai dua calon Sekda terkuat. Keduanya bahkan menjadi perbincangan luas di ruang-ruang informal masyarakat sebagai figur yang paling berpeluang menduduki kursi Sekda.

Menjelang tahapan asesmen, muncul kabar bahwa kedua pejabat tersebut sempat dipanggil dan bertemu dengan seorang figur penting di Kabupaten Sumenep.

laDalam perrtemuan itu, menurut sumber yang sama, dibahas sejumlah pertimbangan strategis, termasuk faktor usia Eri Susanto yang disebut hanya menyisakan sekitar dua tahun masa kerja sebelum memasuki usia pensiun.

Pasca pertemuan tersebut, Arif Firmanto justru memilih mengundurkan diri lebih awal dan tidak mengikuti tahapan asesmen. Sementara Eri Susanto tetap mengikuti asesmen, meski kemudian dinyatakan tidak lolos ke tahapan selanjutnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah publik. Mengingat keduanya selama ini kerap dijajarkan sebagai kandidat paling unggul.

Mengapa justru keduanya tersingkir dalam fase yang berbeda namun berdekatan?

Situasi tersebut memicu spekulasi bahwa proses seleksi Sekda Sumenep tidak semata-mata berlangsung dalam ruang administratif dan teknokratis.

Sejumlah kalangan menilai, ada indikasi tarik-menarik kepentingan politik yang lebih luas, bahkan disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kepentingan politik di tingkat yang lebih tinggi.