Meski belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi hal tersebut, dinamika yang terjadi dinilai cukup janggal dan patut mendapatkan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap proses seleksi jabatan strategis ini.
Tahapan Seleksi Berlanjut
Tahap selanjutnya berupa penulisan makalah dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 6 – 7 Februari 2026 di Hotel Swiss-Belinn Surabaya.
Panitia menyampaikan bahwa teknis penulisan makalah akan dijelaskan langsung saat kegiatan berlangsung, sementara fasilitas laptop telah disiapkan oleh panitia.
Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep, Benny Irawan, menegaskan bahwa asesmen dalam seleksi Sekda memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena jabatan Sekda merupakan posisi strategis tertinggi dalam struktur ASN daerah.
“Asesmennya sangat kompleks, mulai dari computer assisted test hingga diskusi. Karena statusnya Sekda, maka asesmennya juga asesmen kompleks,†kata Benny, Jumat (6/2).
Ia menjelaskan, panitia seleksi terdiri dari lima orang dengan ketua berasal dari BKD Provinsi Jawa Timur, serta anggota dari BKPSDM Provinsi Jawa Timur dan tiga akademisi, masing-masing dari Universitas Airlangga dan Universitas Merdeka Malang.
Menurut Benny, proses seleksi akan menghasilkan tiga nama terbaik yang kemudian diserahkan kepada Bupati Sumenep untuk ditetapkan sebagai Sekda definitif.
“Hasil pansel itu tiga besar, dan selanjutnya menjadi hak bupati untuk menetapkan satu orang dari tiga besar tersebut,†pungkasnya.
***

