Dalam pertemuan dengan pihak rumah sakit, keluarga juga menanyakan kemungkinan adanya kesalahan dalam penanganan pasien.
Mereka meminta kepastian mengenai sikap BHC apabila investigasi menemukan kekeliruan yang berkontribusi terhadap kematian Dani.
Y menuturkan, pihak rumah sakit belum memberikan jawaban tegas. Mereka menyatakan akan menyampaikan penjelasan resmi setelah investigasi internal selesai.
Keluarga juga mempertanyakan kemungkinan keterlibatan dokter dan perawat yang menangani Dani.
Menurut Y, pihak BHC menyatakan persoalan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kunjungan itu, RS BHC diwakili Manajer Humas dan Marketing Sandra Rahestri bersama seorang rekannya. Mereka membawa sejumlah bahan kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, dan mi instan.
“Mereka ke sini membawa beras, minyak goreng dan mi instan sebagaimana orang takziah atau melayat,” sebut Y.
Dinkes Sumenep Sebut Masih Menunggu Informasi
Di sisi lain, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, belum memberikan tanggapan substantif mengenai kematian Dani.
Ia mengatakan perlu memastikan informasi tersebut kepada jajaran dinas sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut.
“Kami masih mau memastikan dulu ke teman-teman di dinas. Mohon maaf belum bisa berkomentar banyak,” ujar Ellya.

