SUMENEP, DIMADURA – Kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22), pasien Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, menyisakan tanda tanya.

Keluarga mengaku melihat busa dan serbuk menyerupai obat keluar dari hidung dan mulut pemuda asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, tersebut setelah mendapat suntikan dari perawat pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026.

Kejadian itu berlangsung ketika keluarga bersiap membawa Dani pulang. Sehari sebelumnya, menurut keterangan keluarga, dokter menyampaikan kondisi pasien membaik dan diperkirakan sudah diperbolehkan pulang.

Namun, situasi berubah setelah seorang perawat memberikan suntikan obat. Dani kemudian muntah, mengalami kejang-kejang, dan akhirnya meninggal dunia.

Keluarga juga mempertanyakan kondisi infus pasien yang disebut mengalami kemacetan sebelum dimatikan ketika Dani muntah-muntah.

“Muntah, mendelik, kejang-kejang, terus meninggal,” tutur salah seorang anggota keluarga saat menceritakan kejadian tersebut.

Keluarga mengaku melihat cairan berbusa keluar dari mulut Dani dalam jumlah banyak sebelum ia meninggal.

“Sebelum kejang-kejang itu, mengalir busa di mulutnya. Banyak keluar air liur. Saking banyaknya, sampai-sampai kami usap beberapa kali,” katanya.

Keluarga juga mengaku mendapati material menyerupai serbuk obat di kedua lubang hidung korban. Menurut mereka, bagian kanan hidung tampak seperti mengandung serbuk berwarna merah, sedangkan bagian kiri dipenuhi material berbusa berwarna hitam.

Mereka turut menyebut kulit tubuh Dani menghitam serta bibir dan gusinya dipenuhi material yang diduga berkaitan dengan obat. Temuan tersebut merupakan keterangan keluarga yang belum dapat diverifikasi secara medis.