“Herannya, obat yang disuntikkan itu kan disuntikkan, kok keluar lewat mulut dan hidung. Hidung D sebelum meninggal penuh dengan obat, berbentuk serbuk-serbuk bau obat,” ungkapnya.
Keluarga mengaku semakin mempertanyakan kejadian tersebut karena kondisi Dani dinilai membaik sebelum suntikan diberikan.
“Padahal sebelum disuntik, D sudah enakan, bahkan main HP,” katanya.
Menurut keluarga, ibu Dani saat itu sedang turun untuk berkemas karena mendapat informasi bahwa anaknya sudah boleh pulang. Ketika kembali, Dani telah mengalami kondisi kritis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Setelah Dani dinyatakan tidak bernapas, keluarga mengaku mendatangi ruangan tempat perawat bertugas untuk mempertanyakan kejadian tersebut.
Mereka meminta penjelasan mengapa pasien yang sebelumnya disebut membaik justru meninggal setelah mendapat suntikan. Hingga kini, keluarga masih menunggu kejelasan mengenai penanganan medis yang diberikan kepada Dani.
Pegawai BHC Sebut Penanganan Sesuai SOP
Di tengah pertanyaan keluarga yang belum terjawab, seorang pegawai RS BHC berinisial I menyatakan bahwa penanganan pasien telah sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pernyataan itu disampaikan melalui percakapan WhatsApp pada Jumat (16/10/2026).
“Yang penting BHC sudah sesuai SOP,” tulis I.

