GARDU, BUDAYA – Gema musik tradisional membelah udara pagi yang cerah di alun-alun kota Sumenep, Minggu, 12 Januari 2025. Suasana Panen Hadiah Simpedes BRI Semester I 2024 pun terasa semakin semarak dengan penampilan Grup Musik Tongtong Raden Ageng.
Perpaduan denting perkusi khas Madura, gerakan lincah para penari, dan hiburan can-macanan menciptakan tontonan yang memukau para pengunjung.
Di tengah antusiasme penonton, grup ini menjadi representasi semangat pelestarian budaya. Penampilan mereka menyiratkan dedikasi yang tak hanya menghibur, tetapi juga meneguhkan identitas budaya Madura di tengah arus modernitas.
Dukung Program Pemerintah
Kehadiran Tongtong Raden Ageng merupakan buah dari inisiatif Kepala Desa Marengan Daya, Untung Sigiono, S.Pd., yang mendorong warganya agar lebih peduli pada tradisi lokal.
Grup yang berdiri sejak 2023 ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mempromosikan seni dan budaya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Koordinator grup, Syaiful Anwar—akrab disapa Ipung—mengungkapkan bagaimana grup ini ikut menyemarakkan suasana seni di Sumenep.
“Kami mendukung pemerintah, ikut meramaikan Sumenep dengan beragam karakter musik tradisional tongtong. Pastinya setiap daerah kan punya khas cara memainkan perkusi dengan karakter masing-masing,†tuturnya kepada media ini, diwawancara seusai tampil.
Latihan rutin dua kali seminggu di markas sederhana mereka di Desa Marengan Daya menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan keterampilan. Tradisi ini dijaga agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus bukti bahwa budaya lokal memiliki tempat yang istimewa.
Semangat Generasi Muda

