“Orang ngundang biasanya, yang paling lumrah ya itu, untuk hajatan, tujuh belasan, sunnatan, suntikan balita itu kadang,†cerita Ipung.
Grup ini tidak sekadar melestarikan seni tradisional, tetapi juga menunjukkan bahwa tradisi mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan.
Dengan menggabungkan semangat kolektif dan kreativitas, Tongtong Raden Ageng menghidupkan kembali seni tradisional yang sempat tergerus zaman, menjadikannya relevan sekaligus menguntungkan.
Penampilan mereka di acara Panen Hadiah Simpedes menjadi bukti bagaimana tradisi yang dikelola dengan baik dapat menghadirkan manfaat budaya dan ekonomi.
Di tangan generasi muda, seni tongtong Raden Ageng terus hidup sebagai simbol kebanggaan dan harapan bagi masyarakat Sumenep.***

