PAMEKASAN, DIMADURA – Keripik tempe dan gerabah menjadi bahan perbincangan di Balai Desa Pademawu Barat, Kabupaten Pamekasan, Kamis pagi, 6 Agustus 2026.

Bukan perkara rasa atau bentuknya yang dibahas. Para peserta forum membicarakan bagaimana produk-produk desa itu bisa menembus pasar yang lebih luas.

Diskusi tersebut berlangsung dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Pemasaran Digital untuk Pengembangan UMKM Desa. Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menginisiasi forum itu sebagai salah satu program pengabdian mereka di Pademawu Barat.

Perangkat desa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tokoh masyarakat, serta mahasiswa duduk dalam forum yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut. Peserta KKN Posko 17 Universitas Madura juga ikut hadir.

Kepala Desa Pademawu Barat, Yusuf Ihwani, mengatakan usaha masyarakat sebenarnya telah tumbuh di desanya. Persoalannya, menurut dia, potensi tersebut belum dikembangkan secara maksimal.

UMKM memang sudah ada, namun belum maksimal. Maka saya sangat bersyukur dengan adanya FGD ini untuk meningkatkan UMKM Desa Pademawu Barat,” katanya.

Ia mencontohkan keripik tempe yang diproduksi masyarakat Pademawu Barat. Produk tersebut, kata Supriadi, telah beredar ke berbagai daerah di Pulau Madura.

“Keripik tempe yang diproduksi Desa Pademawu Barat, alhamdulillah, sudah menyebar luas ke seluruh Madura,” imbuhnya.

Dari Pasar Lokal ke Internasional

Koordinator Desa KKN Reguler Posko 1 UIN Madura, Syaikh S. M. Nur, berharap pemasaran produk lokal tak berhenti di pasar sekitar Pademawu Barat.