Demikianlah akhir perjalanan “Kiai Latèèâ€Â yang telah berhasil mengukir sejarah kepahlawanan yang begitu tinggi dan berarti.
Nilai heroik-patriotik beliau patut dihargai dan sebagai modal perjuangan bagi para santrinya untuk senantiasa rela berkorban demi agama, bangsa dan negara.
Perjuangan bukan semata mengangkat senjata, tapi lebih dari itu, membangun negeri ini menjadi “Baldatun thayyibatun wa robbun ghafurâ€.
Kiai Abdullah Sajjad telah membuktikannya, dan beliau gugur sebagai Kusuma Bangsa.
Beliau dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Annuqayah, dengan dipancang bendera merah putih dari besi oleh Pemerintah merupakan tanda Pahlawan Nasional.
Sumber / Referensi:
H Mustaji, BA. & Didik Hadijah HS, 1988, Perjuangan Rakyat Madura, Agung Karya Perkasa
Annuqayah Latèè, 2003, Jejak Masyaikh An Nuqayah Kado Reuni Alumni PP Annuqayah Latèè, Sumenep
Sulaiman, 1993, Masalah Pokok Sarasehan, Dewan Harian Cabang Angkatan 1945.
Tadjul Arifien R, 2022, Perjuangan Rakyat Sumenep, Pustaka INDIS

